Wednesday, July 11, 2012

Poverty level in Sabah drops

Posted on July 11, 2012, Wednesday

KOTA KINABALU: Based on the household income survey by the national Statistics Department 2009, the poverty level in Sabah has dropped from 24.2 per cent in 2004 to 19.7 per cent in 2009.

The poverty rate in all divisions except Sandakan also showed a decrease in the same period, Minister in the Prime Minister’s Department Tan Sri Nor Mohamed Yakcop said in reply to Senator Maijol Mahap’s question in the Dewan Negara two days ago.

In Tawau the poverty rate dropped from 25.2 per cent to 23 per cent while in the west coast, it went down from 14.1 per cent to 8.0 per cent, Nor Mohamed disclosed.



In Kudat, it was 41.0 per cent and the figure went down to 39.7 per cent, he said, adding that the drop in the interior of Sabah was almost double, from 29.0 per cent to 15.8 per cent.

“Only Sandakan recorded an increase, from 18.7 per cent to 19.1 per cent,” Nor Mohamed said.

The reduction in the poverty rate proved that the government’s efforts to reduce the poverty rate had been successful, he pointed out.

Maijol wanted to know the latest poverty rate in Sabah.

According to him, the figures released by the Economic Planning Unit in 2004 showed that the poverty rate in Nabawan was 70.8 per cent, Kudat 41.7 per cent, Pitas 46.3 per cent, Kota Marudu 37.1 per cent, 36.0 per cent in Kota Belud, 20.5 per cent in Tuaran, 38.2 per cent in Ranau, 35.1 per cent in Beluran, 6.7 per cent in Penampang, 8.4 per cent in Kota Kinabalu, 15.3 per cent in Sandakan, 14.3 per cent in Kuala Penyu, 14.7 per cent in Papar, 44 per cent in Tambunan, 15.8 per cent Sipitang, 20.3 per cent in Beaufort, 30.1 per cent in Keningau, 30.8 per cent in Kinabatangan, 31.6 per cent in Tenom, 35.7 per cent in Tongod, 21.3 per cent in Lahad Datu, 38.6 per cent in Kunak, 38.1 per cent in Semporna and 21.4 per cent in Tawau.

He also wanted to know the effectiveness of the government’s efforts to reduce the poverty incidents in those districts.

Nor Mohamed explained that the implementation of the household income survey by the national Statistics Department was to collect information on the distribution of household income and to set up a data base for the calculation of the poverty line.

The survey uses a sample survey method where the model of the sampling encompasses all data at the state and district levels in all divisions in Sabah, he said.

No comments:

About This Blog


Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya. (al-Naziat ayat 40-41)

"Of all the enemies to public liberty war is, perhaps, the most to be dreaded because it comprises and develops the germ of every other. War is the parent of armies; from these proceed debts and taxes...known instruments for bringing the many under the domination of the few. . . No nation could preserve its freedom in the midst of continual warfare."
- James Madison, Political Observations, 1795

santapan rohani ii

Al-hadith :ثلاثةٌ قد حَرّمَ اللهُ - تَبَارَكَ وَتَعَالَى - عليهم الجنةَ : مُدْمِنُ الخمر ، والعاقّ ، والدّيّوثُ الذييُقِرُّ في أَهْلِهِ الخُبْثَ . رواه أحمد والنسائيErtinya : "Tiga yang telah Allah haramkan baginya Syurga : orang yang ketagih arak, si penderhaka kepada ibu bapa dan Si Dayus yang membiarkan maksiat dilakukan oleh ahli keluarganya" ( Riwayat Ahmad )

PEGANGAN

Ingatlah firman Allah Taala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (118) هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (119)

Maksudnya: “Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu mengambil orang-orang yang bukan dari kalangan kamu menjadi “orang dalam” (yang dipercayai). mereka tidak akan berhenti-henti berusaha mendatangkan bencana kepada kamu. mereka sukakan apa yang menyusahkan kamu. telahpun nyata (tanda) kebencian mereka pada pertuturan mulutnya, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada kamu keterangan-keterangan itu jika kamu (mahu) memahaminya. Awaslah! kamu ini adalah orang-orang (yang melanggar larangan), kamu sahajalah yang suka (dan percayakan mereka, sedang mereka tidak suka kepada kamu. kamu juga beriman kepada Segala Kitab Allah (sedang mereka tidak beriman kepada Al-Quran). dan apabila mereka bertemu dengan kamu mereka berkata: “Kami beriman”, tetapi apabila mereka berkumpul sesama sendiri, mereka menggigit hujung jari kerana geram marah (kepada kamu), Katakanlah (Wahai Muhammad): “Matilah kamu Dengan kemarahan kamu itu”. Sesungguhnya Allah sentiasa mengetahui akan Segala (isi hati) yang ada di dalam dada.” [Ali Imran: 118 & 119]
..............................................
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍآل عمران : 27

"Engkaulah (Wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang, dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati, dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya".

bermubahalah

“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa-Setelah engkau beroleh pengetahuan yang meyakinkan tentang hal itu, maka katakanlah kepada mereka : Marilah kita panggil (kumpulan) anak-anak kami dan anak-anak kalian, isteri-isteri kami, dan isteri-isteri kalian, diri-diri kami dan diri-diri kalian, kemudian kita bermubahalah kepada Allah, mohon agar Allah menjatuhkan laknat-Nya kepada pihak yang berdusta.” (Ali Imran : 61)